Posts

Showing posts from January, 2026

TUGAS TERSTRUKTUR 02

Image
  KELOMPOK 6 Oktober 03, 2025 KELOMPOK 6 1. Muhammad Umar Khairi Nizar (43125010268) 2. Argia Qatrunnada (43125010364) 3. Enno tri fareliano (43125010278) 4. Yanica Jeannuri Vircananda (43125010297) 5. Rafa Dio Febrian (43125010269) PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN : INDONESIA VS JEPANG 1. Pendahuluan Latar belakang.   Perbandingan sistem pemerintahan penting untuk memahami bagaimana negara mengorganisir kekuasaan, hubungan negara–rakyat, dan mekanisme pengambilan keputusan. Indonesia dan Jepang dipilih karena keduanya negara unitary di Asia namun menjalankan sistem pemerintahan yang berbeda (presidensial vs parlementer/monarki konstitusional).Tujuan. Menjelaskan dan membandingkan aspek-aspek: bentuk negara dan sistem pemerintahan, pemisahan kekuasaan, peran kepala negara & pemerintahan, mekanisme pemilihan umum, hubungan rakyat–pemerintah, serta penerapan prinsip demokrasi dan supremasi hukum.Metode kajian. Analisis normatif-deskriptif berbasis dokumen konstitusi, su...

TUGAS MANDIRI 15

  NAMA:MUHAMMAD UMAR KHAIRI NIZAR NIM:43125010268   Moderasi Beragama: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Arus Radikalisasi Dunia Pendahuluan Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, nasionalisme tidak lagi hanya diuji oleh persoalan batas wilayah atau ancaman militer, melainkan juga oleh pertarungan ide, identitas, dan nilai. Salah satu tantangan serius yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah menguatnya arus radikalisme global yang kerap dibungkus dengan narasi keagamaan. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan ide-ide ekstrem menyebar lintas negara secara cepat, masif, dan sulit dikendalikan. Sebagai bangsa yang berdiri di atas keberagaman suku, agama, dan budaya, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat, namun sekaligus rentan jika perbedaan tersebut dikelola secara keliru. Dalam konteks inilah, saya berargumen bahwa moderasi beragama merupakan bentuk nasionalisme kontemporer yang sangat relevan. ...

TUGAS MANDIRI 14

  NAMA:MUHAMMAD UMAR KHAIRI NIZAR NIM:43125010268   Refleksi Integritas dan Kejujuran sebagai Mahasiswa dan Calon Profesional Pendahuluan Bagi saya, integritas bukan sekadar kata yang sering diucapkan dalam slogan atau aturan tertulis, melainkan sikap batin yang menuntun seseorang untuk tetap jujur meskipun tidak ada yang melihat. Integritas berkaitan erat dengan kejujuran, konsistensi antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Dalam konteks sebagai mahasiswa, integritas menjadi fondasi penting karena dunia akademik tidak hanya menilai kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan etika seseorang. Kejujuran di bangku kuliah sangat krusial karena kampus merupakan miniatur dunia profesional. Kebiasaan kecil yang dianggap sepele, seperti mencontek, titip absen, atau menyalin tugas tanpa mencantumkan sumber, sesungguhnya dapat membentuk pola perilaku jangka panjang. Jika sejak mahasiswa seseorang terbiasa mengabaikan integritas, maka di masa dep...

TUGAS MANDIRI 13

  NAMA:MUHAMMAD UMAR KHAIRI NIZAR NIM:43125010268   Mencari Titik Temu: Refleksi Tantangan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah A. Pendahuluan Dalam negara kesatuan seperti Indonesia, keselarasan kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan prasyarat penting bagi tercapainya tujuan nasional. Otonomi daerah yang diamanatkan melalui reformasi dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta memberi ruang bagi daerah untuk mengelola potensi dan kekhasannya. Namun, otonomi tersebut tidak berarti kemandirian absolut, karena daerah tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada praktiknya, harmonisasi kebijakan pusat dan daerah kerap menghadapi berbagai persoalan. Kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat sering kali berbenturan dengan regulasi daerah atau tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan geografis setempat. Situasi ini menimbulkan tumpang tindih aturan, konflik kewenangan, ser...

TUGAS TERSTRUKTUR 06

Image
  NAMA:MUHAMMAD UMAR KHAIRI NIZAR NIM:43125010268   Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu? Abstrak Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia dan wajib dihormati, dilindungi, serta dipenuhi oleh negara dan setiap individu. Namun, sejarah menunjukkan bahwa pelanggaran HAM pernah dan masih terjadi, termasuk di Indonesia. Artikel reflektif ini bertujuan untuk mengkaji pelajaran penting yang dapat diambil dari kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu sebagai dasar pembentukan sikap pribadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan mengacu pada Materi Pembelajaran 1 dan sumber pendukung lainnya, tulisan ini menekankan pentingnya ingatan kolektif, keadilan, dan tanggung jawab moral agar pelanggaran serupa tidak terulang. Refleksi ini menjadi awal dalam portofolio sikap yang menunjukkan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Pelanggaran HAM, Sejarah, Keadilan, Sik...